Bromo, perjalanan pertama

halo reader. sebenarnya cukup lama saya ingin segera mempublish rubrik ini. sebenarnya rubrik ini sudah terencana selama hampir 1 tahun dan tidak kunjung rilis :-|. well, pada hari ini saya akan segera merilisnya dengan tulisan perdana dan traveling pertama saya hakhak. selamat menikmati ..


 

yah, gunung Bromo merupakan gunung yang cukup pupuler di indonesia sebagai destinasi utama di bagian timur pulau jawa (saat itu), sebelum munculnya manusia – manusia alay yang terkena 5cm syndrome dan saling kebut – kebutan kejar target ambil foto di ranu kumbolo hakhak. 😀

Mungkin para readers agak sedikit bingung kenapa kok judulnya perjalanan pertama. well, semua itu karena memang saat ke bromo itulah benar – benar travelling pertama saya yang tanpa didampingi orang tua dan sanak sodara saya. dan perjalanan bromo pulalah yang menjadi pembuka rubrik travelistanesia di blog saya ini hakhak.

hmmm… saya akan sharing perjalanan saya saja kali yah kalo langsung pamer foto kayaknya terlalu alay dan gak niat nulis banget keliatannya. check this outzzzz

16 Januari 2013, Siang hari itu saya tiba – tiba ditelfon oleh teman saya diajak ngegembel ke bromo berangkat sore hari itu juga. cukup gila memang, kegilaan teman saya ini dipicu karena 2 hal. pertama, 3 hari sebelumnya saya pernah update status (ceilah anak sosmed) ingin sekali mengunjungi bromo. kedua, salah satu teman rombongan mereka tidak bisa ikut alhasil tiketnya ditawarkan ke saya yang akhirnya memang ga berguna sama sekali karena tiket hanya bisa pindah tangan maksimal H – 1 keberangkatan akhirnya terpaksa saya harus beli tiket saat itu juga yang harganya ampun jadi mahal sekali 😐

well, akhirnya saya berangkat juga dengan rencana selama 6 hari petualangan di negeri timur. hanya bermodalkan baju 3 helai, celana 2 lembar dan kolor 3 sobek hakhak. tak lupa perbekalan hanya mengandalkan 1 bungkus rokok gudang garam yang ujung – ujungnya malah habis dihisap teman2 :-|.

malam hari pukul 20.45, ngaret ke pukul 20.55 (indonesia banget :-|) saya berangkat menumpang kereta kahuripan tujuan kediri. tak banyak cerita selama diperjalanan karena kita terlalu fokus dengan tidur ! yah tidur ! yah karena memang kondisi di kereta yang tidak diperbolehkan untuk merokok dan belum muncul topik pembicaraan seru. akhirnya kita semua menghabiskan malam dengan tidur, ironis 😐

Pagi harinya kita telah sampai di daerah jawa tengah tepatnya di kota jogja. saya ingat saat itu pukul 06.30 pagi perut lapar dan keroncongan melanda pertahanan diri yang terakhir :-(. alhasil karena kereta cukup lama berhenti di stasiun lempuyangan kita semua makan nasi pecel disana sembari meregangkan adan yang terlalu lama tidur DUDUK TEGAK. setelah makan dan menikmati 1 batang rokok, ahey. akhirnya kereta berjalan kembali.

selama perjalanan menuju jawa timur, kereta tidak terlalu berhenti dengan sering yang menyebabkan mulut sudah asem sangat akut kala itu. akhirnya kita semua mencari cara bagaimana kita bisa menghirup oksigen (asap rokok). kita berfikir siapa tahu di ujung kereta kita bisa keluar dan bisa menghisap rokok disana. setelah kita sampai diujung, ternyata disana ada ruangan dekat bordes (sambungan kereta) yang isinya bapak2 pada merokok semua 😐 dengan cara menyogok ke petugas yang berjaga dengan 1 batang rokok maka kita bisa mendapatkan hak akses merokok disana hakhakhakahak 😈

seiring berjalannya waktu akhirnya kita sampai di kota kediri siang hari, kira – kira pukul 12.30 kita sampai dan langsung memesan tiket kereta tujuan surabaya dan turun di malang (ngeteng kereta) yang tiketnya cuman berharga Rp 1.500 saja saat itu 😯 . karena kereta berangkatnya pukul 15.30 maka kita sempatkan diri untuk sedikit jalan jalan di kota kediri sembari mencari masjid untuk menumpang solat dan mandi, yap mandi. sayang keindahan kota kediri tidak ada yang diabadikan, hanya plang stasiunnya saja yang sempat terambil kamera :-(.

IMG00033-20130117-1451

pukul 14.30 yang tandanya bahwa kita harus segera ke stasiun untuk berangkat naik kereta lagi meneruskan perjalanan ke kota malang. selama perjalanan menuju malang entah kenapa klakson kereta sering sekali berbunyi, apakah itu memang sudah menjadi kebiasaan atau ada aturan lain saya pun kurang tahu. yang jelas saking seringnya klakson berbunyi saya dan teman – teman seringkali ngobrol agak ngawur karena ada momen dimana kata – kata kita tak terdengar jelas karena bunyi klakson yang sedang berbunyi :-D.

sampai di kota malang sekitar pukul 19.00 kita langsung menuju terminal bus (lupa namanya) dan langsung mencari bis tujuan probolinggo, alhamdulillah masih ada. “langsung saja mas ke dalam busnya masih banyak”, kata pentugas di terminal. setelah saya jalan menuju tempat pemberhentian ternyata bis yang dimaksud tidak ada sodara :-|. untung saat itu ada bapak – bapak yang nyamperin kita dan menanyakan tujuan kita kemana, eh ternyata bus yang dimaksud belum datan dan kita disuruh menunggu 30 menitan. “tunggu saja mas busnya 30 menit lagi sampe, sampean makan bakso saja dulu”, kata bapak-bapak. yang dilanjutkan oleh saya dan teman – menunggu sembari makan bakso. kok nurut banget ya disuruh makan bakso 😀

well, setelah kenyang makan bakso dan menunaikan solat isya kita langsung berangkat menuju probolinggo karena dikota tersebutlah terdapat jalur yang terdapat angkutan yang bisa langsung menuju bromo. pukul 23.00 kami sampai di probolinggo. setelah tanya sana sini ternyata elf yang dimaksud hanya bisa berangkat mulai pagi hari. alhasil kami menginap di pom bensin terdekat untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan esok hari.

baca part berikutnya readers : Bromo, perjalanan pertama bagian 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s