Bromo, Perjalanan Pertama (bagian 2)

Ciao bella (logat sahrinong) reader.. Kembali markijut bagian selanjutnya dari cerita perjalanan pertama saya menuju bromo

Setelah merajut mimpi di pom bensin pagi harinya kami dibangunkan oleh suara adzan subuh, karena kebetulan kami juga tidur di areal mushalla disana. Setelah menunaikan solat subuh kami bersiap diri merapihkan tempat petilasan tidur kami 😀 dan bersih bersih badan ( sikat gigi doaaang).

Lalu kami melanjutkan perjalanan dengan mencari elf yang tujuan akhirnya memang menuju ke desa yang dekat sekali dengan gunung bromo. Setelah nego harga kami pun berangkat, diperjalanan kami disuguhkan pemandangan yang sangat indah kebun – kebun dan hutan yang memanjakan mata ditambah udara pagi yang segar dan terpaan sinar matahari yang menghangatkan.

Namun semua kenikmatan itu tiba – tiba terusik 😐 semua berubah ketika negara emak – emak dan pasukan ayam serta sayurannya mulai menyerang elf kami. Bayangkan, jumlah kami yang bertujuh dan barang – barang kami yang lumayan banyak sudah membuat sesak elf yang kami tumpangi. Sekarang ditambah pasukan emak – emak yang berjumlah kalo gasalah lebih dari 5 tapi kurang dari 10 dan pasukan sayur serta jendral ayamnya membuat elf yang kami tumpangi menjadi sangat sangat lega :-|. Badan si tedi yang super duper gedeeeeee ( kira kira tinggi dia kurang lebih 180cm dgn berat badan yang saya taksir sekitar 90kg ) dan barang – barang yang kami bawa pun banyak pas banget membuat kabin di elf pun menjadi pengap. Dan perjalanan saat itu pun seketika membuat pemandangannya jadi tak indah lagi. Walau begitu, emak – emak yang mungkin melihat kami sangat kasian karena kesempitan mencoba mengajak ngobrol kami. Setidaknya membuat kami bisa sedikit nyaman walau berdsakan. Inilah yang saya suka di Indonesia, dimana – mana semua orang adalah saudara 🙂

Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan. Akhirnya kami pun tiba di desa yang dimaksud. Karena letak desanya yang dekat dgn puncak gunung bromo, akhirnya membuat kami semua jadi anak alay yang tiba – tiba langsung mengambil foto – foto disana. Padahal jarak dari desa ke gunung bromo juga gak terlalu dekat sekali.

pemandangan di depan penginapan, kanan:gunung batok kiri:gunung bromo
pemandangan di depan penginapan, kanan:gunung batok kiri:gunung bromo

Setelah ber alay ria, menikmati rokok dan sarapan kami memutuskan untuk mencari penginapan. Oya, si bayu teman saya ternyata dia sakit meriang menggigil semenjak tadi pagi. Bilangnya sih karena dia masuk angin, padahal mah karena dia anak rumahan yang gak bisa jauh dari mamahnya hakhakhak piss bay

hari pertama di lokasi kami hanya berjalan jalan disekitar penginapan saja dan sesekali sembari berfoto (alay). karena kami masih merasa kelelahan dan butuh beristirahat yang cukup maka kami putuskan untuk berkunjung ke puncak bromo, berwisata ke lembah gunung penanjakan dan pasir berbisik dilanjutkan esok hari.

saat malam tiba, suhu di puncak ternyata sangatlah dingin yang menyebabkan rokok cepat habis dan perut menjadi cepat lapar. cussss langsung kami menuju tempat pemadam kelaparan terdekat. ternyata tak di duga – duga banyak juga wanita – wanita dan bule – bule berkeliaran, hal ini memicu tingkat kreatifitas dan ilmu menggoda kami pun terpicu dan meningkat hakhak. setelah menemukan tempat makan yang dirasa nyaman dan tidak terlalu ramai pun kami akhirnya singgah, tek lupa mencari posisi yang pas agar ilmu kami (baca:menggoda) terasah. setelah puas makan dan akhirnya tiba saatnya bayar, ada cerita lucu disini. karena kami lupa saat menuju ke desa ini mengambil uang di ATM alhasil uang kami pun hanya tersisa sedikit. disaat membayar yang sebenarnya dengan harga wajar namun karena kami sedang kekurangan (halah bahasanya, padahal kere) maka pada saat itu juga uang kami semua ludes dan tersisa hanya barang Rp.5000 saja 😦

setelah menikmati indahnya karunia Tuhan (wanita) dan rezeki makan maka kami putuskan untuk kembali ke penginapan, sekedar ngopi ngobrol dan bermain kartu untuk menunggu larutnya malam dan dilanjutkan beristirahat menyambut keceriaan esok hari.

sampai jumpa di bagian berikutnya readers 😀

Advertisements

One thought on “Bromo, Perjalanan Pertama (bagian 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s